Ia menggugah, marah, gelisah dan berkeluh kesah.Kadang, ia benci dan penuh caci maki. Walau di balik itu, kadang ia pun bisa lebay, gemulai dan aduhai. Ia bisa santun, kalem, lembut, bahkan terkadang nakal dan binal, selalu mencubit tanpa menggigit dan meninggalkan rasa sakit. Pokoknya puisi dapat dimaknai sebagai harmoni sekumpulan kata yang bekerjasama untuk "menggoda rasa". dalam hening kata…